Penakota, Makassar – Peringati hari pendidikan nasional barisan kader Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa, senin/04/05/2026
Aksi unjuk rasa yang digelar sebagai bentuk koreksi kader KPPM terhadap kondisi pendidikan nasional yang dianggap tidak diterjemahkan sebagai hak semua warga sebagaimana amanat konstitusi.
“Minimnya akses terhadap pendidikan bagi warga miskin, mahal nya biaya perguruan tinggi, merupakan wujud nyata kebusukan praktik kapitalisme/neoliberalisme dalam ruang negara merubah institusi pendidikan sebagai barang dagangan. Untuk itu refleksi hari pendidikan nasional mestinya menjadi ruang keberanian kita untuk mengutuk wujud aktualisasi kekuasaan yang dianggap gagal dalam memuliakan pendididikan”, Tegas jendral lapangan Rezky kurniawan.
Masa aksi KPPM terlihat melakukan orasi bergantian. Aksi yang sejak awal berlangsung damai diwarnai kericuhan dengan aparat kepolisian yang dianggap menghalangi pengunjuk rasa menahan mobil sebagai panggung orasi. Aksi saling dorongpun tak terhindarkan.
Selang beberapa lama di penghujung aksi unjuk rasa masa aksi KPPM terlihat beradu mulut dengan beberapa pengendara yang melintas disebabkan oleh kemacetan panjang batas-kota gowa/makassar.
Situasi semakin keruh ketika salah satu yang diduga oknum kepolisian berpakaian bebas membentak mahasiswa untuk bubar dengan bernada makian. Dianggap bentuk provokasi situasipun semakin memanas.
Aksi unjuk rasa ini di lindungi undang-undang, pihak kepolisian sebagai keamananan harus nya menertibkan bukan membuat situasi semakin keruh, ada dugaan pembiaran sehingga mahasiswa di benturkan dengan masyarakat.
Situasi lapangan semakin tak terkendali, sehingga aksi unjuk rasa terpaksa dihentikan oleh jenderal lapangan.
Sebelum bubar jendral lapangan mempertegas, “kami sangat prihatin atas prosedur pengamanan oleh pihak kepolisian yang harus nya menjaga aksi unjuk rasa agar tetap damai. Kami mengutuk keras terduga oknum kepolisian yang provokatif menggunakan bahasa yang tidak mencerminkan moral institusi”, jelasnya
“Kemacetan adalah hal yang wajar ketika ada aksi unjuk rasa. Mengatur arus lalu lintas adalah kewajiban pihak keamanan bukan memperkeruh dan bubarkan aksi unjuk rasa mahasiswa”, Tutup jendral lapangan.
Adapun tuntutan KPPM:
1. PENDIDIKAN BUKAN BARANG DANGANG!
2. GRATISKAN PENDIDIKAN, UBAH ORIENTASI PENDIDIKAN LEBIH ILMIAH DAN BERVISI KERAKYATAN
