PENAKOTA.COM, JENEPONTO – Pekerjaan peningkatan jalan rabat beton di wilayah Pa’lameang, Desa Bontorannu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto kini menuai sorotan tajam dari masyarakat.
Padahal proyek tersebut baru selesai dan mulai digunakan sejak tahun 2025, namun belum genap satu tahun kondisinya sudah rusak parah.
Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi serta laporan yang menyebar luas di media sosial, permukaan beton dipenuhi retakan memanjang dan merata. Selain itu, struktur lapisan beton tampak sudah terkikis habis sehingga jalan berdebu tebal saat dilalui kendaraan.
Masyarakat menilai kerusakan ini timbul karena mutu pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi standar yang ditetapkan.
Proyek ini dilaksanakan melalui pola swakelola/karya bakti dengan menyerap anggaran sebesar Rp1,8 miliar. Awalnya diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang demi memperlancar akses warga, namun kenyataan yang terjadi jauh dari harapan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola belum memberikan penjelasan resmi. Awak media telah berupaya menghubungi Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Jeneponto, Masuri Lalang, mulai Selasa 7 Juli lalu. Namun panggilan telepon maupun pesan pesan singkat lewat WhatsApp tidak mendapatkan tanggapan.
Saat tim redaksi mendatangi kantor dinas, petugas menyampaikan bahwa Kabid Bina Marga sedang berada di luar kantor guna melakukan peninjauan ke lokasi jalan yang kini menjadi sorotan masyarakat luas.

