Bantaeng, Penakota.com – Kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah di Kabupaten Bantaeng kembali memicu keluhan masyarakat, bahkan kini telah menelan korban.
Seorang petugas kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Loka dilaporkan terjatuh hingga mengalami luka-luka akibat terperosok di jalan yang berlubang saat hendak melayani masyarakat.
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Borong Tangnga, Desa Bonto Daeng, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng pada Senin (22/6/2026).

Saat itu, korban tengah dalam perjalanan untuk melaksanakan kegiatan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga setempat.
Insiden ini sontak memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat Desa Bonto Daeng.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng untuk segera mengambil tindakan nyata sebelum ada korban-korban berikutnya.
Tidak hanya itu, warga juga secara lantang mempertanyakan asas manfaat dari pajak yang mereka bayarkan setiap tahunnya.
“Untuk apa kami bayar pajak setiap tahun kalau fasilitas umum tidak dilakukan perbaikan dan perawatan? Kemana larinya uang pajak kami kalau pemerintah daerah tidak bisa atau tidak mampu melakukan perbaikan dan perawatan fasilitas umum atau jalan umum?” cetus salah seorang warga dengan nada kecewa.
Kepala Desa Membenarkan Kejadian
Kepala Desa Bonto Daeng, Rahman, S.E., M.M., saat ditemui di Kantor Desa pada Selasa (23/6/2026), membenarkan adanya insiden yang menimpa petugas PKM Loka tersebut.
Kades Rahman berharap keluhan yang disuarakan oleh warganya mendapat perhatian serius dari pemangku kebijakan.
“Semoga pemerintah daerah Kabupaten Bantaeng dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait bisa mendengarkan keluhan warga kami, dan sesegera mungkin melakukan perbaikan jalan,” ujar Rahman.
Lebih lanjut, Rahman menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian yang sangat vital bagi mobilitas lintas desa di Kecamatan Uluere.
“Jalan tersebut setiap harinya dilalui warga kami menuju ke Desa Bonto Tallasa untuk memasarkan hasil kebunnya di Pasar Bungloe. Begitu pun sebaliknya, jalan itu adalah akses utama untuk warga Desa Bonto Tallasa dan Desa Bonto Rannu menuju ke Pasar Loka,” tambahnya.
Anggota DPRD Mengaku Sudah Usulkan Anggaran
Dikonfirmasi secara terpisah melalui WhatsApp pada Selasa (23/6/2026), Anggota DPRD Kabupaten Bantaeng dari Partai Amanat Nasional Daerah Pemilihan (Dapil) 2, Kahar Adinata, tidak menampik bahwa jalur tersebut sudah lama dalam kondisi memprihatinkan.
Kahar menegaskan bahwa pihak legislatif telah mengawal aspirasi warga Bonto Daeng agar perbaikan jalan tersebut masuk ke dalam prioritas pembangunan tahun ini.
“Itu jalan sudah lama rusak. Kami sudah mendengarkan aspirasi warga dan sudah kami usulkan perbaikan jalan di Desa Bonto Daeng, serta beberapa desa di Kecamatan Sinoa dan Kecamatan Uluere,” ungkap Kahar Adinata.
Menurut legislator perwakilan Dapil 2 ini, usulan tersebut telah disampaikan secara resmi dalam forum tertinggi DPRD saat pembahasan anggaran daerah.
“Usulan perbaikan sudah dimasukkan melalui pandangan fraksi ketika sidang paripurna membahas anggaran tahun 2026. Semoga perbaikan jalan yang kami sampaikan lewat pandangan fraksi itu bisa segera direalisasikan oleh Pemkab melalui OPD terkait,” pungas Kahar.
Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan dinas teknis terkait.
Warga sangat berharap janji politik dan usulan anggaran tersebut tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas, melainkan segera diwujudkan dalam bentuk pengaspalan demi keselamatan dan perputaran ekonomi masyarakat.
Dokumentasi Warga Setempat terkait Kondisi Jalan yang Rusak:

